Perjanjian yang Tidak Masuk Akal


Mari kita mulai dengan perjanjian yang saya tanda tangani beserta istri.  Untuk detailnya bisa lihat disini, atau klik gambar ini untuk memperbesar.

Para Pihak dalam Perjanjian

Pihak Pertama, International Emerging Market Inc. Sebagai perusahaan yang menyelenggarakan Royalty Gold Club.

Pihak Kedua, kami sebagai pembeli.

Pihak Ketiga, PT. Permata Bahari Mandiri, sebagai perusahaan yang memasarkan Royalty Gold Club.

Yang menandatangani dalam dokumen perjanjian pembelian tersebut adalah Pihak Kedua dan Pihak Ketiga (ditegaskan dengan dengan tulisan “Ditandatangani oleh Pemasar untuk dan atas nama penyelenggara” dan cap basah perusahaan), sedangkan pihak pertama tidak membubuhkan cap atau tanda tangan apapun.

Analisa:

  1. International Emerging Market Inc. Perusahaan yang tidak jelas, lokasi dan kedudukannya ntah ada dimana, saya coba klarifikasi ke Marketingnya, selalu dilempar coba tanyakan Bu Erna di nomor: 0361 764082, jawabannya juga tidak jelas.  Saya sudah coba googling juga gak ada yang namanya perusahaan International Emerging Market Inc.  Simpulan sementara: perusahaan yang tidak reputable atau perusahaan yang gak jelas (ntah ada ntah tidak), jualan tingkat dunia koq gak ada websitenya.
  2. Klo ada kasus tuntutan hukum, bisa lempar tanggung jawab.  PT. PBM kan Cuma pemasar, yang punya kan IEM Inc. ??? Tuntut aja ke IEM Inc? Kita cuma masarin aja, klo tuntutan hukum mesti dilayangkan ke IEM Inc.  Busyet deh…. tapi lemahnya PT. PBM kan yang tandatangan kontrak mengatasnamakan IEM Inc. Yang secara hukum dia mewakili IEM Inc.  Mohon comment yang jago hukum mengenai hal ini….

Poin-poin perjanjian.

Teradapat 11 poin perjanjian, tapi yang bisa menyesatkan pembeli yang tidak punya cukup waktu untuk mempelajarinya dengan teliti dan detail seperti saya, adalah poin: 4, 9, 10, dan 11. Kita coba bahas satu-satu:

Poin 4 berbunyi: “Pembeli setuju untuk mematuhi semua aturan-aturan Klub, salinan yang akan diberikan secara gratis atas permintaan.”

Mematuhi semua aturan-aturan Klub berarti mengikatkan diri dengan aturan yang dibuat sepihak oleh IEM Inc., pada poin 6 dokumen perjanjian ini dan poin 6 pada dokumen Pernyataan Keanggotaan Baru, dokumen dapat dilihat disini, dinyatakan bahwa anggota harus membayar Biaya Klub dan Biaya setiap poin kepemilikan setiap 2 tahun sekali (tergantung jenis kartunya, ada yang bayar tiap tahun sekali) yang dibayarkan jatuh tempo setiap tanggal 1 November tahun berjalan.  Biaya klub adalah US $ 227, biaya poin kepemilikan US $3, untuk Royalty Gold Club member saya diberi poin awal 132 (bisa dilihat dalam dokumen ini), jadi 132 x US $3 = US $396, jumlah biaya tambahan per tahun US $227+ US $396=US $623/2 =US $311.5.  Busyet dah bayar US $8.000 untuk 25 tahun member, bayar iuran tahunan US $311.5.  dan tiap tahun selalu mengalami kenaikan coba cek complain disini:

Inilah yang tidak pernah dijelaskan dengan detail oleh Sales Marketing sehingga menyesatkan pembelinya.  Tahunya kita sudah teken kontrak dan merasa konyol setelah paham.  Tidaklah worth menurut saya, baca analisa biaya holiday ownership atau biaya menginap di hotel?

Poin 9 berbunyi: “Dalam hal pembeli gagal untuk memenuhi kewajiban untuk melakukan segala pembayaran angsuran/tunggakan yang tercantum dibalik halaman perjanjian (seperti waktu yang disebutkan).  Penyelenggara atau wakilnya berhak untuk mengeluarkan surat pemberitahuan bahwa pembayaran harus dilakukan dalam waktu selambat-lambatnya 14 hari dari pemberitahuan.  Jika Pembeli gagal untuk melakukan pembayaran dalam waktu tersebut maka dianggap sebagai kegagalan dalam memenuhi perjanjian dan semua uang yang telah dibayarkan tidak dapat dikembalikan dan menjadi hak penyelenggara.  Semua keanggotaan yang ditransfer atau ditukarkan kepada Penyelenggara juga menjadi hak penyelenggara.  Kewajiban tunggakan akan tetap menjadi tanggung jawab pembeli dan Penyelenggara berhak untuk melakukan tindakan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.”

Setelah dibaca berulang-ulang saya sendiri juga bergidik, koq bisa saya tanda tangan perjanjian yang konyol buat saya sendiri ini. (Kenapa saya tanda tangan, lihat tulisan saya Kronologi Bali Royal Resort).  Sangat memberatkan pembeli dan sangat menguntungkan penjual/penyelenggara.  Apakah boleh pihak penjual/penyelenggara membuat poin perjanjian seperti ini. Baca analisa saya tentang Klausa Eksonerasi Perjanjian antara Penyelenggara dan Pembeli Bali Royal Resort.

Kembali kepada poin 9 di atas. Bila saya gagal bayar membayar, termasuk cicilannya, dalam kasus saya, saya harus mencicil 120.53 Euro atau sebesar Rp1,4 juta per bulan selama 5 tahun, maka seluruh hak saya sebagai member batal, saya tidak bisa menikmati resort-resort yang ditawarkan dan  Uang yang sudah saya bayarkan tidak bisa saya minta kembali. Dua pernyataan ini masih logis walaupun bertentangan dengan pasal 18 UU No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, bisa baca disini.  Pernyataan yang paling tidak logis adalah kewajiban atau tunggakan sisa cicilan yang belum atau gagal bayar harus tetap saya bayar dan penyelenggara berhak melakukan tindakan hukum.  Lengkapnya dapat dibaca tulisan saya di Terjerat oleh Rentenir Internasional.

Kalo dianalogikan seperti ini.  Saya beli motor seharga 8 juta, uang muka 2 juta dibayar cash, sisanya saya cicil 6 juta pake pinjaman melalui lembaga pinjaman sebut saja Crown Finance Service (CFS), per bulan saya harus bayar Rp120.530 selama lima tahun. Katakanlah saya gagal bayar, uang yang sudah masuk hangus, motor dijabel (ditarik), dan konyolnya saya tetap harus melunasi seluruh tunggakan saya.  Ini artinya saya tidak bisa keluar dari perjanjian konyol ini, saya harus meneruskan perjanjian ini walaupun mungkin itu motor mogok dan rewel terus, biaya perawatannya mahal dan bikin jengkel setengah mati.  Pokoknya you harus bayar kalo you tidak bayar mereka akan melakukan tindakan hukum.  Buset deh…apa gak edan perjanjian seperti ini, baca Terjerat oleh Rentenir Internasional.

Poin 10 berbunyi: “Telah dipahami bahwa perjanjian ini sebagai kesatuan yang menyeluruh bersama dengan Pernyataan Keanggotaan Baru dan seluruh ini perjanjian pembelian antara kedua belah pihak dan tidak ada pernyataan/keterangan tertulis lain sebagai ketentuan tambahan kecuali dengan persetujuan dan ditandatangani oleh kedua belah pihak.”

Poin 11 berbunyi: “Perjanjian ini mengikat dan sah secara hukum dan merupakan keputusan akhir.  Pihak Pembeli telah menyetujui seluruh isi perjanjian ini dan menandatangani perjanjian ini sesuai dengan keinginan sendiri tanpa paksaan dari pihak manapun, dan telah diberitahukan bahwa perjanjian ini tidak dapat dibatalkan selain daripada yang diatur dalam pasal 6 di atas.

Poin 10 dan poin 11 mempertegas poin 6 yang memperkuat posisi Penyelenggara/Penjual dan membuat posisi pembeli sebagai pihak yang lemah.  Perjanjian ini dibuat seenak udelnya penyelenggara/penjual dengan memanfaatkan kelemahan pembeli yang hanya membaca sekilas dan tanpa memberikan waktu yang cukup untuk membaca dan mempelajari pasal demi pasal, hal ini dipertegas bahwa pembeli diwajibkan menandatangani “Daftar yang harus diperhatikan” yang bisa dilihat disini, pada poin E pembeli diikat dengan ketentuan bahwa pembeli tidak berhak atas “masa cooling off” (berfikir ulang).   Menurut hemat saya, seluruh pasal demi pasal yang disampaikan dalam dokumen yang harus ditandatangani oleh pembeli dibuat sedemikian rupa agar pembeli terjerat dan masuk kedalam perangkap yang tidak memungkinkan pembeli keluar dari perjanjian ini.  Dan konyolnya dengan teknik marketing yang lihai, membuat saya dan pembeli lainnya seolah-olah terhipnotis dan mau saja menandatangani dokumen-dokumen yang konyol ini.  Tapi syukurlah berdasarkan riset melalui internet dan konsultasi dengan teman-teman yang berprofesi sebagai lawyer, perjanjian seperti ini batal demi hukum karena melanggar ketentuan pasal 18 UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, untuk lebih jelasnya baca Klausa Eksonerasi Perjanjian antara Penyelenggara dan Pembeli Bali Royal Resort.

Perihal

Liburan ke Bali seharusnya memberikan kenangan indah, namun jadi berantakan gara-gara terjerat oleh marketing PT. Permata Bahari Mandiri, pemasar Bali Royal Resort Club. Saya yakin dan percaya, kebaikan akan dibalas dengan kebaikan dan kejahatan akan dibalas dengan balasan yang setimpal pula. Kalo tidak didunia ya diakhirat. Mohon maaf kepada para sales marketing PT. PBM atau afiliasi Bali Royal Resort yang memaki-maki saya karena calon korban terselamatkan dengan membaca blog ini. Saran saya: Rejeki itu terhampar luas, Tuhan sudah menyediakan buat Anda semua, carilah yang halal ingat bukan Anda saja yang makan tapi anak, istri dan mungkin saudara-saudara Anda. Mudah2an Allah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada Anda semua. :)

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Ditulis dalam Uncategorized
4 comments on “Perjanjian yang Tidak Masuk Akal
  1. inug mengatakan:

    sebaiknya solusinya bagaimana bro.

  2. indra mengatakan:

    kenapa gambarnya tidak muncul ya? saya ingin tahu perjanjian2nya.
    saya juga pernah ditawarin, untungnya ga punya cc gold.

  3. kenzo kollen mengatakan:

    mohon ada yang berkenan membantu saya perihal kasus ini.. saya baru saja 2 bulan yang lalu mengikuti program ini.
    terima kasih

  4. dinda mengatakan:

    Makasih infox pak…br 10 mnit lalu sy dtelp sm karma grup yg ngasi vc nginap 8 hr n vc makan 200rb. Untung msh sempat browsing jd g sampe ketipu..case hampir sama,psawat sy jg hari ini…kayakx mreka nyasar yg mau pulang d hari yg sama saat nawarin vc..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: